UNPAD Swicki

Thursday, April 19, 2007

[ika-unpad-milis] [artikel] Untuk Apa Hari Kartini Diperingati

(For full text with comments please click on the title)


Untuk Apa Hari Kartini Diperingati

http://terbanglahlbhtinggi.multiply.com

 

Seperti kebiasaan yang sudah2; hari-hari ini beragam lembaga pun manusia sekali lagi merayakan “Peringatan Hari Kartini” secara tradisional, konservatif, and.. quite shallow. Sad but true. Bahkan M*tro TV yang terkenal dengan tradisi pemberitaan yang mencerdaskan pun ternyata turut melarutkan diri dalam budaya salah kaprah ini.

Masih ingat dengan tradisi di berbagai sekolah kita di negeri ini? Mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA.. pada bbrp kasus, bahkan hingga tingkat kuliah!. Bahwa “Peringatan Hari Kartini” – dan karenanya juga berarti sekaligus makna perjuangan Kartini; direndahkan maknanya sedemikian secara sistematis, hingga hanya identik dengan berbagai hal berikut:

§       Lomba Berbusana Nasional,

    atau minimal, adanya kewajiban massal untuk mengenakan busana nasional pada hari tersebut (21 April). Apa itu busana nasional? Baca: busana tradisional JAWA – alias kebaya; yang ketat melekat tubuh maupun kerap transparan pada berbagai bagian tertentu, dan karenanya leluasa menonjolkan lekuk-liku tubuh wanita matang. Lagipula memangnya Indonesia hanya Jawa saja? Well, I’m half Javanese myself, but I am ASHAMED of this New-Order-Regime Javacentric culture.

§       Lomba Memasak

    Alias (cynical warning) Lomba Keterampilan Dapur. Masih ingat pepatah lama tentang wanita idaman? Bahwa wanita idaman (kalau nggak salah bunyinya) adalah wanita yang bisa membanggakan pasangannya dalam 3 (tiga) hal; di dapur, di pesta, dan di ranjang? Di dapur tentunya untuk urusan memasak serta domestik lainnya; di pesta guna dipamerkan sebagai barang “klangenan” (= hobi, kegemaran); di ranjang tiada lain kecuali berarti sebagai partner seks yang memuaskan pasangan. Memasak, merujuk pada pepatah lama tersebut, mesti dilestarikan maupun dibina guna membentuk wanita idaman.

§       Lomba Kebersihan

    ..again, it’s all only about the domestic partnership of woman.. Bahwa memang itulah peran yang dipersiapkan lingkungan sosial bagi mereka; agar para wanita tersebut dapat dikatakan sebagai perempuan yang layak dan bermartabat. Ini, tentunya, masih mendukung pepatah tentang ciri wanita idaman seperti tersebut di atas.

Yang barusan disebutkan di atas adalah berbagai perlombaan yang bersifat massal. Ada juga lomba-lomba yang (mungkin) agak intelek dan/atau berbudaya sedikit; misal lomba baca puisi2/surat2 Kartini, lomba paduan suara lagu2 wajib/daerah, etc. Atau lomba ”tebak-tebakan” apa judul buku kumpulan korespondensi nya yang terkenal. Atau usia berapa dia lahir, menikah, wafat. Atau di mana lahirnya. Etc..etc..etc...

Hanya sayang, tetap nggak jelas hasil apa yang kita inginkan dari berbagai keramaian baca puisi dsb itu. Lagipula, apa hubungannya antara baca puisi/ nyanyi2 versus peran serta wanita? Pun upaya untuk meningkatkannya. Nihil.

Apa iya memang itu tujuan perjuangan Kartini? Apa iya Kartini hanya layak untuk dijadikan sebagai icon pengingat bagi kaum wanita; sebagai TAMPARAN untuk “menyadarkan”, tentang "peran wanita yang sebenarnya (dengan nada sarkastis)" yang diharapkan suami, keluarga besar, masyarakat, serta bangsa dan negara ini???

Tentang sikap munafik masyarakat kita, yang beramai-ramai menyatakan diri sebagai pendukung perjuangan Kartini dan peran serta wanita yang lebih luas dalam masyarakat; tetapi juga yang secara ABSURD merasa perlu untuk mendirikan sebentuk Kementerian Urusan Peranan Wanita? Atau minimal, keberadaan Sayap/ Bagian Khusus Wanita pada berbagai organisasi massa berbasis sosial/kemasyarakatan/politik/agama? Apakah itu semua hanya tinggal sebagai sebuah trend massa yang berbasis pada waktu dan sejumput popularitas sesaat belaka?

Kalau benar demikian, maka sungguh kasihan nasib wanita, dan tentunya nasib bangsa ini; yang memandang (dan merasa bangga dengan retorika kosong) “emansipasi (wanita)” sebagai hanyalah sekedar acara rutinitas seremonial bersanggul dan berkebaya semata.

Di sela kesibukan dan ketegangan mempersiapkan rapat penting di Sudirman pagi tadi, dengan getir gue mengingat ucapan salah satu rekan senior (she’s a woman!) – an sich;

 

      “…dulu itu kita biasa ngerayain Hari Kartini secara meriah; ibu2 pada pake sanggul & kebaya, ada lomba2 masak & busana nasional, ada seminar ttg kewanitaan, dan libur setengah hari (tetap ngantor, hanya tdk bekerja) untuk terlibat aktif dlm acara2 itu.. Kalian yang muda2 (talked to my female young colleagues) HARUS mempertahankan acara itu. (karena) Udah kebiasaan, kan?..”

Dengan kata lain, demikianlah bentuk penghargaan kita terhadap Kartini, dan karenanya terhadap wanita pada umumnya. Pun ternyata oleh sebagian kaum wanita itu sendiri. Dengan cara memberikan domestic privillege..

Yang secara tidak langsung dan halus; telah membatasi, mencontohkan, serta mengharapkan bagaimana sebaiknya seorang wanita baik-baik musti bersikap, bertindak, dan mengaktualisasikan dirinya – senyatanyalah terbatas hanya pada peran domestik belaka. Dan dengan menafikan peranan lebih besar yang (sesungguhnya) dapat mereka berikan. Dapat disumbangkan bagi kepentingan yang lebih luas dan tidak hanya sesaat maupun demi suatu kebanggaan semu semata.

Pity.


Jakarta 12870 Pancoran

Friday, Apr 21, 2006 - 22.19 wib

After a hectic & tiring day; as usual


Photo:

Kartini (the far left with her right face shown) and sisters

From her famous book, “Door Duisternis ot Licht” – Habis Gelap, Terbitlah Terang”



__._,_.___
Community email addresses:
  Post message: ika-unpad-milis@yahoogroups.com
  Subscribe:    ika-unpad-milis-subscribe@yahoogroups.com
  Unsubscribe:  ika-unpad-milis-unsubscribe@yahoogroups.com
  List owner:   ika-unpad-milis-owner@yahoogroups.com

Shortcut URL to this page:
  http://www.onelist.com/community/ika-unpad-milis
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Got Yodel?

Best Yahoo! Yodel

Give us your best

yodel and win!

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Yahoo! 360°

Get Started

Create your page

Share your life

.

__,_._,___

0 comments:

Worth to Read :

 
Blogging Secret